Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RUU Cipta Kerja Dinilai Beri Dampak Positif Terhadap Pembukaan Lapangan Kerja

Jumat, 19 Juni 2020 | 09:48 WIB Last Updated 2020-06-19T01:48:21Z
BERI KETERANGAN - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Leo Agustino memberikan keterangan, saat diskusi virtual bertajuk Solusi Pengangguran di Era New Normal.

JAKARTA, Poros Kalimantan - Rancangan Undang Undang Cipta Kerja dinilai akan memberikan dampak dan implikasi yang positif terhadap pembukaan lapangan kerja di Indonesia.

Hal ini dikemukakan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sultan Agung Tirtayasa Banten, Leo Agustino.

Menurutnya, RUU Cipta Kerja bisa menyediakan kemudahan-kemudahan berinvestasi dan membuka usaha yang berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja.


"Satu sisi kemudahan untuk perizinan dan investasi itu disediakan oleh RUU ini. Di sisi yang lain RUU ini juga menyediakan kesempatan, karena nanti mudah untuk membuat usaha, mudah untuk membuat pabrik, mudah untuk mendirikan perusahaan. Tentunya akan berimplikasi pada penarikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Jadi antara kemudahan berinvestasi dengan ketenagakerjaan ini sebetulnya ada kaitan," ujar Leo dalam diskusi virtual Jaringan Bonus Demografi bertajuk Solusi Pengangguran di Era New Normal, Kamis (18/6) tadi.

Direktur Riset Indonesian Politics Research and Consulting ini menjelaskan, jika melihat proses pembentukan RUU ini, maka tujuan dari RUU ini adalah untuk mederegulasi kebijakan-kebijakan yang menghambat masuknya investasi di Indonesia.

"RUU ini disampaikan ketika Pak Jokowi menyampaikan pandangannya, ketika diangkat menjadi Presiden Indonesia untuk kedua kalinya. Dalam pembacaan naskah itu dikatakan bahwa beliau akan melakukan deregulasi dari sisi usaha. Supaya perekonomian Indonesia menjadi salah satu dari empat kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030-2035. Nah kalau itu yang mau dicapai, maka yang harus dilakukan adalah deregulasi kebijakan. Karena ini bicara mengenai perekonomian, ya harus dari deregulasi izin usaha," jelasnya.


Leo menambahkan, masyarakat akan merasakan manfaat dari RUU ini dalam jangka panjang. Menurutnya masyarakat harus sabar karena dalam sebuah kebijakan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui prosesnya.

"Hitungannya juga bukan satu dua minggu. Hitungannya bulan bahkan mungkin tahunan. Artinya apa, dalam jangka pendek RUU ini belum berdampak apa-apa, tapi dalam jangka menengah dan jangka panjang. Saya kira akan memberikan dampak, efek, dan implikasi yang positif," tegasnya.

Dia menerangkan, semua kebijakan memang membutuhkan proses dalam pelaksanannya.

"Nah celakanya memang orang kita itu tidak sabar, pengennya UU dibuat langsung berimplikasi pada kesejahteraan mereka, ya tak bisa begitu. Karena segala sesuatu itu perlu proses dan ketika kita berbicara mengenai proses, proses itu memakan waktu," tutupnya.(zai)
×
Berita Terbaru Update