Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Manajemen RSUD Brigjend Hasan Basry Kandangan Tutup Layanan IGD, Ini Alasannya

Jumat, 12 Juni 2020 | 17:13 WIB Last Updated 2020-06-12T09:13:24Z
DITUTUP - Layanan IGD di RSUD Brigjen Hasan Basry Kandangan Sementara ditutup.

KANDANGAN, Poros Kalimantan - Pekan kedua Juni 2020 ini, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brigjen H Hasan Basry Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ditutup sementara. 

Penutupan ini dikarenakan beberapa Tenaga Medis sebelumnya, dinyatakan Positif Virus Corona (Covid-19). 

Penutupan RSUD Hasan Basry Kandangan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direktur Nomor 106 Tahun 2020, tentang penutupan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Brigjend Hasan Basry.

Hal ini dibenarkan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brigjen H Hasan Basry, Yuni Risma Badriatun Noor, kepada Poros Kalimantan, Jumat (12/6) sore.


"Surat tentang penutupan Instalasi Gawat Darurat tersebut memang benar," terangnya.

Dirinya menjelaskan, Keputusan penutupan Layanan Gawat Darurat (IGD) adalah hasil pembahasan dengan jajaran RSUD dan sudah dikonsultasikan kepada Pemerintah Daerah.

"Sebelumnya sudah dilakukan diskusi dan kajian yang matang dengan melibatkan seluruh unsur manajemen yang terkait. Kemudian juga dilakukan konsultasi dengan Pemkab HSS, selaku pemilik Rumah Sakit," terangnya.

Diterangkannya, penutupan IGD RSUD ini  dimulai sejak tanggal 11 Juni 2020 kemarin. Pihak Rumah Sakit juga belum bisa memastikan kapan pelayanan IGD, bisa dibuka kembali.

"Kami belum bisa memastikan sampai kapan batas waktu penutupan IGD tersebut. Batas waktu penutupan itu sampai dengan kami umumkan kembali. Yang jelas kami inginnya secepatnya kembali dapat membuka layanan di  IGD ini," terangnya.

Dijelaskan Yuni, untuk mencegah penularan Covid-19 pembukaan kembali IGD perlu kehati-hatian. Serta perlu persiapan ruangan, fasilitas medis dan sumberdaya manusia.

"Perlu persiapan yang cermat dan penuh kehati-hatian, sehingga layanan tersebut benar-benar aman dari potensi penularan Covid-19," bebernya.

Yuni juga mengakui, penutupan IGD ini terpaksa dilakukan, walaupun hal tersebut berpengaruh pada pelayanan kesehatan di HSS.

"Memang ini berpengaruh pada kapasitas pelayanan Kesehatan di HSS. Namun demi mengutamakan keselamatan dan keamanan pasien beserta keluarga. Serta upaya maksimal memutus rantai penularan," bebernya

kendati demikian secara umum pelayanan RS Hasan Basry tidak begitu terpengaruh dengan penutupan IGD tersebut

"Yang ditutup hanya layanan gawat daruratnya, bukan layanan Rumah Sakit Hasan Basry secara keseluruhan. Perawatan isolasi terhadap pasien yang positif Covid-19 tetap jalan seperti biasa, sedangkan layanan lainnya berupa rawat jalan dan rawat inap masih bisa jalan, sehingga pasien yang telah selesai layanan gawat daruratnya di RS lain masih bisa untuk melanjutkan Rawat Inap di RS Hasan Basry"beber

Pihaknya juga mengimbau, agar seluruh lapisan masyarakat benar-benar waspada dan serius dalam mengahadapi pandemi Covid-19.

"Mari kita sama-sama berjuang dengan mentaati protokol kesehatan yang sudah diberikan. Serta mohon kerjasamanya agar tidak mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan pemberitaan yang kontra produktif dalam penanggulangan Pandemi Covid-19, yang sering dihembuskan oleh orang-orang yang tak punya kapasitas keilmuan di bidang kesehatan ini," pesannya.(sry/zai)
×
Berita Terbaru Update