Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DLH Provinsi Akan Turun Kelapangan, Lihat Kondisi Lubang Tambang Milik Baramarta

Kamis, 18 Juni 2020 | 15:02 WIB Last Updated 2020-07-01T13:24:20Z
LUBANG TAMBANG - Lubang Tambang yang memakan korban jiwa seorang pemancing, di Pakutik Sungai Pinang Kabupaten Banjar.

BANJARBARU, Poros Kalimantan - Terkait lubang tambang di Perbatasan Desa Pakutik dan Rantau Nangka Sungai Pinang Kabupaten Banjar, yang sempat memakan korban satu orang pemancing, yang tenggelam. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, angkat bicara.

DLH Provinsi Kalsel bersama dengan DLH Kabupaten Banjar, rencananya akan meninjau lubang tambang milik PD Baramarta, awal pekan besok.

Hal ini diterangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana kepada Poros Kalimantan, Kamis (18/6) siang.

Dia mengatakan, pihaknya akan meninjau langsung lubang tambang milik PD Baramarta tersebut, pada Senin (22/6) depan, guna melihat kondisi di lapangan.

"Kami akan verifikasi kelapangan bersama DLH Kabupaten Banjar, untuk melihat kondisi secara obyektif dan faktual,"ujarnya pada Poros Kalimantan.

Dirinya juga berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini, agar tidak ada korban jiwa dan kerusakan lingkungan lainnya.

"Kami sama-sama bekerja, karena harus diurai dan selesaikan permasalahan ini. Biar tidak jatuh korban lagi, baik manusia maupun lingkungan hidup," tegasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya terdapat korban meninggal dunia karena tenggelam di lubang tambang batubara, di Perbatasan Rantau Nangka dan Pakutik Sungai Pinang Kabupaten, Jumat (12/6) lalu.

Diketahui bahwa lubang yang berbatasan Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin ini, itu belum direklamasi.

Korbannya adalah pemancing bernama Kasyful Anwar (40) warga Desa Pakutik, tenggelam pada Jumat siang (12/6) dan ditemukan mengapung meninggal dunia pada Minggu (16/6), sekitar pukul 10.00 Wita.

Perlu diketahui sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalsel angkat bicara terkait lubang tambang yang memakan korban di Kalsel ini.

Dari data WALHI Kalsel peta izin tambang di wilayah Kalsel, diketahui bahwa titik koordinat lubang tempat tenggelamnya Syaiful Anwar (40) di perbatasan Desa Rantau Nangka dan Desa Pakutik Sungai Pinang Kabupaten Banjar, berada di konsesi Perusahaan Daerah (PD) Baramarta milik Kabupaten Banjar, Pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) berstatus Operasi Produksi.

Dilihat dari citra satelit Google Earth tahun 2018. Ditemukan genangan air asam tambang seluas 20 hektar dari lubang dengan panjang 963 meter dan keliling 2.243 meter. Terpantau pada citra satelit lubang tambang ini memang sudah ditinggalkan tanpa ditutup. Lubang tambang milik PD Baramarta berhimpitan dengan sungai, bahkan menyatu dibeberapa sisinya.

Hal ini dijelaskan Direktur Eksekutif WALHI Kalsel Kisworo Dwi Cahyono, melalui Manager Kampanye WALHI Kalsel Jefry Raharja.

Selain itu, Dinas ESDM Kalsel membenarkan pemilik Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) berstatus Operasi Produksi lubang tambang ini, adalah Perusahaan Daerah (PD) Baramarta, dan kewajiban reklamasi harus dilakukan PD Baramarta.

Hal ini diterangkan, Kepala Bidang Minerba ESDM Kalsel, Gunawan saat ditemui Poros Kalimantan, Senin (15/6) siang.

"Lubang tambang di perbatasan Desa Rantau Nangka dan Desa Pakutik Sungai Pinang Kabupaten Banjar, yang menelan korban Kasyful Anwar (40) warga Desa Pakutik, pada Jumat siang (12/6) lalu termasuk wilayah ijin PKP2B PD Baramarta. Lokasi itu adalah lokasi PD Baramarta, yang di sub kontrakkan kepada dua perusahaan lain," terangnya.(sry/zai)

baca juga :

×
Berita Terbaru Update