Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Kotabaru Serahkan Hazmat Suit Hasil Bimtek IKM

Senin, 22 Juni 2020 | 09:56 WIB Last Updated 2020-06-22T01:56:51Z

KOTABARU, Poros Kalimantan - Bupati Kotabaru, H. Sayed Jafar melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kotabaru, H. Akhmad Rivai serahkan Alat Pelindung Diri (APD) hazmat suit hasil bimbingan teknis pembuatan hazmat suit dukungan Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian, Dinas Perindustrian Prov Kalsel dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru belum lama tadi.

Hazmat suit hasil bimbingan teknis diterimakan Bupati Kotabaru dari Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru yang selanjutnya diserahkan kepada perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru untuk tenaga kesehatan penanganan covid-19 baik di Rumah Sakit Karantina Stagen maupun di Puskesmas.

Bupati Kotabaru mengatakan, dengan adanya bimtek pembuatan hazmat suit ini selain dapat membantu Pemerintah Kabupaten dalam pengadaan APD tentu juga dapat memulihkan perekonomian masyarakat terutama bagi Industri Kecil Menengah (IMK) binaan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru.

Diharapkan dengan memproduksi hazmat suit dan juga masker oleh IKM Kotabaru dapat memulihkan perekonomian masyarakat yang sempat melemah akibat dampak pandemi covid-19, sehingga bagi Perusahaan/BUMN melalui program CSR dan Bina Lingkungannya yang berinvestasi di Kotabaru dalam memberikan bantuan alat kesehatan untuk kebutuhan tenaga kesehatan maupun masyarakat bisa memanfaatkan IKM Binaan untuk memproduksinya.

Rivai mengatakan bahwa yang terlibat dalam pembuatan hazmat suit sebanyak 7 penjahit dan 1 instruktur mengikuti kegiatan bimtek selama 5 hari dengan dukungan dana dekonsentrasi dari Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan dan menghasilkan sebanyak 70 baju.

Sebelumnya juga telah diserahkan pembuatan masker kain tiga lapis berbasis sasirangan dengan dukungan dana dekonsentrasi menghasilkan sebanyak 550 buah yang dibuat oleh 5 penjahit dan 1 instruktur selama 3 hari kegiatan, ujar Rivai.(don)
×
Berita Terbaru Update